Tuesday, February 10, 2015

"Yang Muda Yang Punya Usaha" Greenteenpreneur#2


 
GreenTeenPreneur, Hari Ke-1

Libur telah tiba..libur telah tiba...(salah satu lagu yang dinyanyikan Tasya, sekitar 15 tahun lalu). Liburan semester ini anak-anak SP ingin membuat acara yang bermakna, biar keren dinamai GreenTeenPreneur. GreenTeenPreneur merupakan bagian proses mewujudkan mimpi menjadi pelaku usaha yang ramah lingkungan ekologis dan sosial.

Kegiatan kali ini merupakan bagian dari langkah-langkah kecil, menuju inisiasi usaha mereka. Di tahun 2016, mereka merencanakan akan membuat angkringan organik berbasis singkong, dan saat ini beberapa tahapan dilakukan menuju rencana itu.

Senin hari persiapan. Anak-anak SP memanen aneka sayuran dari kebun sendiri, nangka muda, daun so, lembayung, daun pepaya, daun singkong. Tak lupa membawa tepung gaplek buatan sendiri dan tempe kedelai lokal. Segala macam sayuran dan bahan baku dipacking dalam karung-karung kecil supaya mempermudah mereka membawanya dengan BIS dari panggang menuju jogja. seharian mereka bekerja untuk persiapan ini. Selasa pagi mereka sudah sampai jogja.

Rabo, jam 2.30 dini hari, 8 anak ini bangun dan mulai bekerja. Membagi diri menjadi 2 kelompok. kelompok yang di komando oki (oki, arni, hanan, karnati), membuat CAKE Singkong. Sementara kelompok kedua (murni, marsini, wulan dan livia) memproduksi menu utama : Nasi Tiwul, lodeh, tempe teri. Murni memasak sayur lodeh, marsini memasak tiwul, oki dan kelompok nya membuat adonan dan mengukurnya. Suasana hiruk pikuk di dapur, berpacu melawan waktu yang terus merangkak. Proses produksi diwarnai kendala, cake yang terlalu lembek dan perlu treatmen khusus supaya lebih padat. sementara tempe goreng ternyata kurang, sehingga harus dicari lauk pengganti, setelah mencari, bertemulah dengan teri sebagai pengganti. 'Kehebohan di dapur' diakhiri sekitar jam 6 pagi. Setelah mandi dan berganti pakaian, anak-anak berembug sebentar, mereka memutuskan menjualnya di lingkungan sekitar Dusun Jati, Desa Wonokromo,Pleret, Bantul.DIY





















Berjalanlah mereka bersama-sama menjual produk dari pintu ke pintu. Sambutan masyarakat cukup baik. Satu persatu kemasan panganan yang ditawarkan dibeli. Tak mahal harganya satu paket nasi tiwul dijual 2.500 saja. Cukup mengennyangkan, dan harga terjangkau. Cake singkong juga menarik perhatian, rasa yang legit dan tekstur yang lembut menarik perhatian, seharga 2000 saja. perjalanan terus berlanjut, dari rumah ke rumah, mereka berdialog, menawarkan dan bertransaksi. targetnya 60 paket nasi tiwul dan 50 potong cake singkong harus habis terjual. semangat tinggi mengalahkan rasa lelah berjalan. setelah hampir 2,5 jam berjualan (sekitar jam 8.30an, dagangan ludess...anak-anak kembali pulang.


Alhamdulilaahhh ...rencana berjalan lancar. Anak-anak kembali pulang dengan senang. wajah berseri-seri. Walau keringat membasahi wajah-wajah mereka, tapi muka mereka penuh dengan tawa. Segera setelah duduk di lantai, mereka saling bercerita tentang kesan-kesan mereka selama berjualan. Hal-hal yang mengesankan saat berjualan mereka ungkapkan satu persatu. Semua dengan wajah ceria. setelah puas bercerita, mereka mengeluarkan uang yang terkumpul. Dihitunglah uang hasil jualan hari ini, 218ribu rupiah....

0 comments:

Post a Comment