Gesang (hidup) di Lahan Gersang
Segala proses-proses panjang yang kami lalui di Sekolah Pagesangan, tidak terlepas dari dukungan banyak sekali teman-teman yang mungkin tidak bisa saya sebut satu persatu, walau mereka bekerja secara 'sporadis' dan 'tanpa struktur, tapi kerja mereka nyata dan membuat kami tak merasa 'sendiri'.... Teriimakasih...maturnuwun..thankyou..Mercii..
Pada 'suhu dan guru' kami yang telah ikhlas menemani...saya hanya bisa matursembahnuwun,,,,,,: * kepada Mia Siscawati yang telah menjebloskanku kedunia persilatan ini n mengenalkanku pada pendidikan kritits, * Mas Kuncoro dan ummi Nissa Wargadipura Guru spiritual bertani bagiku dan juga anak-anak, * mba kiki Chandra Kirana atas motivasi dan ide-ide kreatif serta ajaranmu ttg ecofeminis yang selalu kujadikan pedoman, juga pada Guru-guruku tentang 'Pendidikan' *Mas Kirik Bambang Ertanto -Ramaniya Sampurno, mas Primanto NUgroho , Setiawan Aji , Prof. Laksono, mas Transpiosa Riomandha dan Aant Subhansyah untuk banyak kesempatan, waktu, nongkrong dan diskusi Pendidikan,
Untuk supporters setia kami salma, ara Mas Chehafudin mba Dominika Oktavira Arumdati Lotus Kireina ibu Susianti, wida, itoel dan semua temans dan sodaras lain (yang takbisa disebut satu persatu) yang selalu ada buat kami
Salam Hormat-ku pada kalian semua...terimakasih telah menemani kami menyusuri jalan-jalan terjal dan sepi ini..salam
Peluks dan salam kompak dan semangat selalu untuk Marsini, Oki, Murni, Livia, Hanan, Arni, Putri, Haryanti, Wulan, David, Samson, Ama, Ara,
Berikut link tentang Sekolah Pagesangan atas liputan oleh DAAITv, semoga bisa diakses dan bermanfaat bagi kita.
Published on Sep 3, 2015
Sekolah Pagesangan yang digagas Diah Widuretno dan 17 anak Gunung Kidul belajar "hidup" di daerah yang gersang.. Mereka menggali dan menjalankan semangat bertani, membangun kebun mini nan apik, membuat tepung gaplek untuk tiwul "nalnilnul".
Tangan-tangan kecil anak Sekolah Pagesangan sangat terampil dan semangat mereka adalah hidup di tengah gersangnya Gunung Kidul.
Tangan-tangan kecil anak Sekolah Pagesangan sangat terampil dan semangat mereka adalah hidup di tengah gersangnya Gunung Kidul.
Dengan tujuan memperkuat daya hidup dengan modal lingkungan, modal sosial,dan modal kebudayaan yang dimiliki.
Kami Mengawali kegiatan SP dengan melakukan evaluasi proses, mengidentifikasi potensi dan peluang di desa
Dari proses identifikasi bersama anak-anak, didapati :
1.Modal sosial berupa :
• kesetia kawanan 15 anak remaja
• kepercayaan orang tua mereka
•Desa menjadi lingkungan paling aman bagi perempuan dan anak-anak
2. Modal lingkungan Alam berupa
•lahan yang gersang dan kering.
•Lahan yang gersang, ketika diolah mampu menghidupi
3. Modal kebudayaan
•bertani , untuk mencukupi kebutuhan pangan dan hidup sehari-hari
•beternak kambing dan sapi
•Minat dan kemampuan anak-anak untuk mengolah bahan pangan untuk konsumsi sendiri.
(Diah Widuretno)
~ Sekolah Pagesangan, di Wintaos, Panggang Gunungkidul adalah guru-guru terbaik bagi kami, terutama saya dan Aant Subhansyah dalam menulis tesis dengan isu pendidikan. Bisa jadi merekalah yang berhasil merekonstruksi kembali konsep "Taman" yang digagas oleh Ki Hadjar Dewantara, dan telah jauh berubah di jaman kurikulum "pasar modern" hari ini. (Transpiosa Riomandha)
"Pendidikan yang memanusiakan manusia adalah yang mampu membuat manusia sebagai bagian dari komunitas yang mampu memberikan solusi bagi permasalahan di dalam komunitas tersebut"• kesetia kawanan 15 anak remaja
• kepercayaan orang tua mereka
•Desa menjadi lingkungan paling aman bagi perempuan dan anak-anak
2. Modal lingkungan Alam berupa
•lahan yang gersang dan kering.
•Lahan yang gersang, ketika diolah mampu menghidupi
3. Modal kebudayaan
•bertani , untuk mencukupi kebutuhan pangan dan hidup sehari-hari
•beternak kambing dan sapi
•Minat dan kemampuan anak-anak untuk mengolah bahan pangan untuk konsumsi sendiri.
(Diah Widuretno)
~ Sekolah Pagesangan, di Wintaos, Panggang Gunungkidul adalah guru-guru terbaik bagi kami, terutama saya dan Aant Subhansyah dalam menulis tesis dengan isu pendidikan. Bisa jadi merekalah yang berhasil merekonstruksi kembali konsep "Taman" yang digagas oleh Ki Hadjar Dewantara, dan telah jauh berubah di jaman kurikulum "pasar modern" hari ini. (Transpiosa Riomandha)
salut untuk mbak Diah Widuretno...#contoh kemandirian dapat dilakukan dari langkah kecil yg menjadi lompatan besar#dari IPB utk masyarakat (Meutia Samira Ismet)
0 comments:
Post a Comment