Kurikulum Pembelajaran: dari Kita untuk Kita
![]() |
| Menyusun materi belajar |
Di Sekolah Pagesangan, peserta belajar(murid) berhak menentukan sendiri materi
apa yang akan dan ingin dipelajari. Bulan Agustus-September 2014,awal semester
ini, kami mengidentifikasi materi-materi dan hal-hal yang kami anggap penting
untuk dipelajari.
Kami putuskan untuk belajar hal-hal yang tidak jauh dari kehidupan kami sehari-hari. Kami pikir, penting memahami hal-hal yang terdekat dengan diri kita, agar kita bisa menjadi bagian solusi dari masalah hidup disekitar.
Bersama-sama, kami mengidentifikasi tema-tema pembelajaran yang dekat dengan
kehidupan sehari-hari. hal dan materi yang diusulkan, disaring dengan beberapa
tambahan kriteria, yaitu, proses dan materi belajar seharusnya yang :Kami putuskan untuk belajar hal-hal yang tidak jauh dari kehidupan kami sehari-hari. Kami pikir, penting memahami hal-hal yang terdekat dengan diri kita, agar kita bisa menjadi bagian solusi dari masalah hidup disekitar.
- Berbiaya rendah/tidak pakai biaya,
- Proses belajarnya berguna bagi kami dan masyarakat,
- Pengetahuan/ilmu tersebut bisa diterapkan, dan memungkinkan dikembangkan untuk usaha sebagai upaya kemandirian kami.
Hasil identifikasi materi pembelajaran semester (Agustus2014-Maret 2015) adalah :
- Mengolah hasil panen kebun. Belajar meningkatkan nilai tambah dari hasil panen, dengan mengolahnya menjadi produk berdaya jual. contoh Tiwul , Mengolah singkong menjadi tiwul dan dipasarkan di jogja dan kota-kota lain (juga dipasarkan secara online), merupakan proses belajar untuk meningkatkan nilai tambah dari panen singkong. Kami menekankan pentingnya mengembangkan kreatifitas, inisiatif dan keseriusan mengolah aneka hasil panen yang lain seperti kacang tanah, jahe, kedelai,serai dll
- Membuat dan mengelola kebun, kebun ini merupakan kebun produksi dan pembelajaran, terutama tentang permakultur
- Membuat kompos dan Membuat MOL (mikroorganisme local)
- Lomba kreativitas, meruapakan bentuk edutainment, cara kami bersenang-senang dalam belajar, seperti lomba memasak “masterchef’, lomba kreatifitas membuat kreasi dari bahan sekitar, pentas seni dll
- Outbound, nature game, permainan tradisional,
- Berhitung
- Bazar pasar murah
Proses identifikasi materi belajar diatas kami lakukan dalam beberapa rangkaian pertemuan. Perlu beberapa kali bertemu untuk mengidentifikasi, merumuskan dan menyepakati materi pembelajaran diatas. Kami juga melakukan pembagian tugas demi lancarnya pelaksanaan proses belajar. Misalnya disepakati kader/koordinator untuk mengorganisir proses kegiatan. Koordinator kebun adalah muni. Arni mengkoordinir produksi kompos. Marsini mengkoordinir produksi dan penjualan tiwul. Oki mengkoordinir aneka lomba kreatifitas.




0 comments:
Post a Comment