Tuesday, February 10, 2015

Menanam adalah jiwa Kami #PAGESANGAN



Sekolah Pagesangan dirintis dengan modal semangat, cinta, konsistensi dan ketulusan. Sejujurnya kami tidak membangunnya dengan materi. Bahkan hingga kini kami tidak punya Gedung, tidak punya Bangku, tidak punya Halaman, tidak punya Lahan, tidak punya Tiang Bendera. Tapi nyatanya kami hingga saat ini masih terus belajar dan berkarya. Kami belajar dari alam dan semesta yang membentang luas. Kami belajar dari masyarakat dan masalah yang muncul disekitar. Cita-cita kami menajadi mandiri dan bermartabat. Pantang bagi kami meminta, Kami harus berusaha memanfaatkan potensi diri dan alam. Bersyukur kami mendapat dukungan dan cinta dari banyak orang. Berjuta Terimakasih atas cinta dan dukungan pada kami.

Arni dan Murni mencangkul. Lahan KEPUKETmilik Pak Yanto, dipinjamkan kepada anak-anak SP untuk dijadikan kebun belajar. Kebun Kepuket adalah kebun KETIGA kami (selain kebun NDELISEN, kebun mBLEDOK). Ketiga kebun tersebut lahannya milik para ORTU dari anak2 SP, namun anak-anak diperbolehkan mengelolanya. Di Kebun Kepuket, Kami bisa menanami kebun ini setelah Pak Yanto Panen Jagung. Sambil menunggu panen jagung, kami diperbolehkan menanamidan megelola lahan di sela-sela tanaman jagung. Kebun ini akan sedang kami tanami Ganyong, Garut, Jahe, Serai, Pisang Amaliah Amalia
— with Nissa Wargadipura and 5 others.
 
 Selarik tanaman Garut

0 comments:

Post a Comment